Waspada MPOX!!!
Mpox adalah penyakit infeksi yang dapat menyebabkan ruam menyakitkan, kelenjar getah bening yang membesar, demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri punggung, dan energi rendah. Kebanyakan orang sembuh sepenuhnya, tetapi beberapa bisa sangat sakit.
Mpox disebabkan oleh virus monkeypox (MPXV). Ini adalah virus DNA beruntai ganda yang terbungkus dari genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae, yang mencakup variola, cowpox, vaccinia, dan virus lainnya. Ada dua klad virus yang berbeda: klad I (dengan subklad Ia dan Ib) dan klad II (dengan subklad IIa dan IIb).
Wabah global klad IIb dimulai pada 2022 dan berlanjut hingga saat ini, termasuk di beberapa negara Afrika. Ada juga wabah yang berkembang dari klad Ia dan Ib yang mempengaruhi Republik Demokratik Kongo dan negara-negara lain di Afrika. Pada Agustus 2024, klad Ib juga telah terdeteksi di luar Afrika.
Reservoir alami virus ini tidak diketahui, tetapi berbagai mamalia kecil seperti tupai dan monyet rentan terhadap infeksi.
*Transmisi*
Mpox menyebar dari orang ke orang terutama melalui kontak dekat dengan seseorang yang memiliki mpox, termasuk anggota keluarga. Kontak dekat mencakup kontak kulit ke kulit (seperti menyentuh atau berhubungan seksual) dan mulut ke mulut atau mulut ke kulit (seperti berciuman), dan juga termasuk berada wajah ke wajah dengan seseorang yang memiliki mpox (seperti berbicara atau bernapas dekat satu sama lain, yang dapat menghasilkan partikel pernapasan infeksius).
Orang dengan banyak pasangan seksual berisiko lebih tinggi terkena mpox.
Orang juga bisa terjangkit mpox dari benda yang terkontaminasi seperti pakaian atau linen, melalui cedera jarum di fasilitas kesehatan, atau di lingkungan komunitas seperti salon tato.
Selama kehamilan atau kelahiran, virus dapat ditularkan kepada bayi. Terjangkit mpox selama kehamilan dapat berbahaya bagi janin atau bayi baru lahir dan dapat menyebabkan kehilangan kehamilan, kematian bayi baru lahir, atau komplikasi bagi orang tua.
Penularan dari hewan ke manusia terjadi dari hewan yang terinfeksi kepada manusia melalui gigitan atau cakaran, atau selama aktivitas seperti berburu, menguliti, menjebak, memasak, bermain dengan bangkai, atau makan hewan. Reservoir hewan dari virus monkeypox tetap tidak diketahui dan penelitian lebih lanjut sedang dilakukan.
Lebih banyak penelitian diperlukan tentang bagaimana mpox menyebar selama wabah di berbagai lingkungan dan dalam kondisi yang berbeda.
*Tanda dan Gejala*
Mpox menyebabkan tanda dan gejala yang biasanya mulai dalam waktu seminggu tetapi dapat dimulai 1–21 hari setelah terpapar. Gejala biasanya bertahan 2–4 minggu tetapi mungkin lebih lama pada seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah.
Gejala umum mpox adalah:
- ruam
- demam
- sakit tenggorokan
- sakit kepala
- nyeri otot
- nyeri punggung
- energi rendah
- kelenjar getah bening yang membengkak.
Bagi sebagian orang, gejala pertama mpox adalah ruam, sementara yang lain mungkin mengalami demam, nyeri otot, atau sakit tenggorokan terlebih dahulu.
Ruam mpox sering dimulai di wajah dan menyebar ke seluruh tubuh, meluas ke telapak tangan dan telapak kaki. Ruam juga dapat dimulai di bagian tubuh lain di mana kontak terjadi, seperti alat kelamin. Ruam mulai sebagai luka datar, yang berkembang menjadi lepuh berisi cairan yang mungkin gatal atau menyakitkan. Saat ruam sembuh, lesi mengering, membentuk kerak, dan terlepas.
Beberapa orang mungkin memiliki satu atau beberapa lesi kulit dan yang lain mungkin memiliki ratusan atau lebih. Lesi ini dapat muncul di mana saja di tubuh termasuk:
- telapak tangan dan telapak kaki
- wajah, mulut, dan tenggorokan
- daerah selangkangan dan genital
- anus.
Beberapa orang juga mengalami pembengkakan yang menyakitkan pada rektum (proktitis) atau nyeri dan kesulitan saat berkemih (disuria) atau saat menelan.
Orang dengan mpox dapat menularkan penyakit ini kepada orang lain hingga semua luka sembuh dan lapisan kulit baru terbentuk. Beberapa orang dapat terinfeksi tanpa menunjukkan gejala. Meskipun infeksi mpox dari seseorang yang tidak menunjukkan gejala (asimptomatik) telah dilaporkan, informasi masih terbatas tentang seberapa umum hal ini terjadi.
Anak-anak, orang hamil, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, termasuk orang yang hidup dengan HIV yang tidak terkontrol dengan baik, berisiko lebih tinggi mengalami penyakit serius dan kematian akibat komplikasi mpox.
Beberapa orang dengan mpox menjadi sangat sakit. Misalnya, kulit dapat terinfeksi bakteri, menyebabkan abses atau kerusakan kulit yang serius. Komplikasi lainnya termasuk pneumonia; infeksi kornea yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan; nyeri atau kesulitan menelan; muntah dan diare yang menyebabkan dehidrasi atau malnutrisi; dan infeksi darah (sepsis), otak (ensefalitis), jantung (miokarditis), rektum (proktitis), organ genital (balanitis), atau saluran kemih (uretritis). Mpox dapat fatal dalam beberapa kasus.